Apa yang terlintas di kepala Anda ketika berbicara tentang kopi Sumatra? Mungkin ketika berbicara tentang Arabika, ada yang menyebut kopi Gayo (Aceh) dan ada juga yang menyebut kopi Mandailing (Sumatera Utara). Ketika bicara Robusta, ada yang menyebut kopi Lampung. Kopi ini tidak saja dikenal oleh penikmat kopi lokal, tetapi nama kopi ini pun sudah dikenal dunia internasional karena mempunyai sejarah yang cukup panjang sebagai penghasil kopi di masa kolonial Belanda.
Karena mempunyai iklim yang lembap, kopi Sumatra diolah dengan cara yang khas, yaitu giling basah atau wet-hulled (kulit tanduk dilepas ketika biji masih memiliki kadar air yang relatif tinggi, kemudian biji dikeringkan kembali) sehingga mempunyai karakter body yang lebih tebal. Kopi Sumatra memiliki tingkat keasaman rendah dengan cita rasa yang earthy, herbal, dan rempah.
Banyak daerah penghasil kopi Arabika di Sumatra berada di sepanjang Pegunungan Bukit Barisan yang mempunyai kombinasi dataran tinggi, lereng pegunungan, kawasan vulkanik di sejumlah wilayah, serta suhu udara yang sejuk dengan curah hujan yang relatif tinggi. Kawasan Bukit Barisan memiliki ketinggian hingga 1.000 meter sehingga cocok untuk menanam Arabika.
Kopi Robusta tumbuh di daerah dengan ketinggian yang lebih rendah hingga menengah dan suhu yang lebih hangat daripada tanaman kopi Arabika. Karakter kopi Robusta dipengaruhi oleh ketinggian serta cara pengolahannya. Kopi Robusta mempunyai rasa pahit yang lebih terasa dengan body yang tebal. Karakternya pun berbeda-beda, seperti nutty, floral, earthy, dan smoky, yang semuanya tergantung pada tingkat sangrainya.
Selain ketiga origin di atas, kopi Sumatra masih memiliki banyak origin yang memiliki Indikasi Geografis (IG) lainnya, di antaranya adalah sebagai berikut:
Sumatra Utara
Selain kopi Mandailing, di Sumatra Utara juga terdapat beberapa kopi yang sudah dikenal oleh para penikmat kopi, di antaranya adalah Lintong, Sidikalang, Simalungun, dan Sipirok. Setiap kopi memiliki ciri khas dan karakternya sendiri.
1. Kopi Lintong
Kopi Arabika yang tumbuh di dataran tinggi Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, dekat Danau Toba. Kopi Lintong sudah dikenal sejak lama karena secara historis sudah lama diperdagangkan di pasar kopi internasional. Kopi Lintong memiliki body yang cukup penuh dengan karakter yang kompleks daripada sekadar pahit. Rasa yang sering muncul dari kopi Lintong adalah herbal, cokelat, rempah, kacang-kacangan, dan terkadang citrus, tergantung varietas dan proses pengolahannya.
2. Kopi Sidikalang
Kopi Sidikalang tumbuh di Kabupaten Dairi. Daerah ini lebih dikenal sebagai penghasil kopi jenis Robusta yang secara resmi memiliki Indikasi Geografis, yaitu Robusta Sidikalang. Karakter kopi Sidikalang adalah body yang tebal, keasaman rendah, cokelat, rempah, dan sedikit nuansa kayu (woody). Pada beberapa profil kopi Sidikalang terdapat rasa karamel. Karakter rasa yang muncul di pasar bisa berbeda tergantung proses dan tingkat sangrai.
3. Kopi Simalungun
Tumbuh di daerah Kabupaten Simalungun pada ketinggian antara 900–1.400 meter. Kopi ini sudah memiliki Indikasi Geografis sejak tahun 2015 dengan nama Kopi Arabika Sumatra Simalungun. Kopi Simalungun merupakan salah satu contoh keberagaman cita rasa kopi di Sumatra Utara. Kopi ini memiliki karakter yang lebih bright dan kompleks dengan nuansa buah, lemon, bunga, dan rempah.
4. Kopi Sipirok
Kopi Arabika Sipirok tumbuh di daerah Tapanuli Selatan dengan ketinggian di atas 900 meter. Kopi ini memiliki tingkat keasaman yang rendah hingga sedang dengan karakter rempah yang sangat menonjol. Selain itu, terdapat karakter lemon dan gula aren.
Sumatra Barat
Salah satu jenis kopi yang dikenal dari Provinsi Sumatra Barat adalah kopi Arabika Solok. Kopi ini ditanam di daerah pegunungan Kabupaten Solok yang masih berada di kawasan Bukit Barisan. Kopi Arabika Solok mempunyai body yang sedang dengan karakter yang bright dan nuansa buah, citrus, floral, serta sweetness yang cukup menonjol pada beberapa profil. Arabika Solok memiliki tingkat keasaman yang sedang hingga tinggi sehingga terasa segar.
Jambi
Provinsi Jambi terkenal dengan dua jenis kopi yang berbeda. Di sana terdapat jenis Arabika dan Liberika.
1. Kopi Arabika Kerinci
Tumbuh di daerah dataran tinggi kawasan sekitar Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci. Wilayah ini memiliki suhu udara yang sejuk sehingga sangat cocok untuk tanaman kopi Arabika. Kerinci mempunyai karakter yang berbeda dengan kopi Sumatra lain yang lebih dikenal earthy dengan body yang tebal. Arabika Kerinci menawarkan karakter yang lebih bright dan segar.
Kopi Arabika Kerinci memiliki tingkat keasaman sedang hingga tinggi, sweetness yang menonjol, serta nuansa fruity, citrus, dan floral. Terkadang juga disertai rasa cokelat dan karamel.
2. Kopi Liberika Tungkal Jambi
Tidak sekadar kopi Arabika dan Robusta, di Sumatra juga terdapat kopi Liberika. Kopi ini tumbuh di wilayah Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Berbeda dengan kopi Arabika yang ditanam di wilayah pegunungan, kopi Liberika ini ditanam di wilayah dataran rendah yang dekat dengan pesisir. Karakter tanahnya bersifat masam dan didominasi gambut.
Kopi Liberika Tungkal memiliki karakter yang berbeda dengan kopi Arabika dan Robusta, mulai dari acidity yang cukup cerah, body yang kuat, hingga aroma dan rasa khas yang sering mengingatkan pada buah nangka. Secara umum, karakter dari Liberika Tungkal adalah fruity, floral, rempah, hingga woody.
Sumatra Selatan
Provinsi Sumatra Selatan dikenal sebagai penghasil kopi Robusta. Ada dua daerah yang sudah sangat dikenal, yaitu Muara Enim (Robusta Semendo) dan Pagar Alam (Robusta Pagar Alam).
1. Robusta Semendo
Kopi ini berasal dari daerah Kecamatan Semende, Kabupaten Muara Enim yang masih berada di wilayah Bukit Barisan. Karakter rasa yang ditampilkan dari kopi ini adalah cokelat, karamel, brown sugar, citrus, dengan body yang kuat.
2. Robusta Pagar Alam
Tidak semua kopi Robusta tumbuh di daerah dataran rendah. Kopi Robusta Pagar Alam tumbuh di kawasan kaki Gunung Dempo dengan ketinggian yang berbeda-beda. Di dalam Robusta Pagar Alam terdapat karakter body yang kuat, rasa cokelat, kacang-kacangan (nutty), dan rempah.
Bengkulu
Provinsi Bengkulu juga merupakan penghasil kopi Robusta yang berada di wilayah dataran tinggi. Salah satunya adalah kopi Robusta Kepahiang yang berasal dari Kabupaten Kepahiang, yang berada di sisi barat Bukit Barisan. Karakter kopi ini cenderung kuat dan full-bodied dengan profil rasa cokelat, kacang-kacangan, rempah, earthy, sedikit rasa manis seperti karamel, dan acidity yang relatif rendah.
Keberagaman kopi Sumatra tidak hanya soal jenis kopinya, tetapi juga karakter dan cita rasa yang berbeda dari setiap origin. Perbedaan wilayah, ketinggian, kondisi tanah, varietas, iklim, hingga cara pengolahan membuat setiap kopi memiliki ciri khasnya masing-masing. Ada kopi dengan body tebal dan karakter earthy, ada yang lebih bright dengan rasa buah dan citrus, ada yang memiliki karakter rempah, bahkan ada Liberika Tungkal yang mempunyai karakter khas yang mengingatkan pada buah nangka.
Bagi peminum kopi pemula, mengenal berbagai origin bisa menjadi cara untuk mulai memahami kopi dan menemukan rasa yang sesuai dengan selera. Tidak perlu langsung tahu semua istilah atau jenis kopi, cukup mulai dengan mencoba dan membandingkan. Karena pada akhirnya, kopi yang paling enak adalah kopi yang paling sesuai dengan selera kita. Dari beberapa origin yang sudah dibahas, kopi mana yang paling ingin Anda coba?
Jika Anda ingin mencoba berbagai origin kopi Sumatra, anda dapat memulai dari Aceh Gayo, Mandheling, bahkan Lampung. Silahkan masuk ke katalog produk ginoskoffee dan pilih sesuai selera Anda.
(ditulis oleh Haris S.)
Tinggalkan Balasan